Nusantara, Pusat Peradaban Dunia

8 08 2008

Nenek moyang bangsa Nusantara, khususnya Pulau Jawa adalah pencipta kebudayaan dunia. Leluhur bangsa Nusantara (Indonesia) merupakan manusia-mansuia tangguh dan cerdas, pencipta peradaban dunia. Bahkan jauh sebelum tahun masehi, kerajaan nusantara adalah penguasa duapertiga wilayah bumi. India dulu hanyalah salah satu kadipaten dari kerajaan yang berpusat di pulau Jawa. Sumber dari peradaban dunia bisa dikatakan semuanya bermula dari Nusantara.

Semuanya memberikan kita gambaran bahwa nenek moyang bangsa Indonesia bukan orang-orang terbelakang. Kalau kemudian sejarah dunia saat ini tidak memposisikan peradaban nusantara sebagai sumber dari peradaban dunia, maka itu tidak lebih bagian dari kerja-kerja ilmuwan dari belahan dunia barat yang ingin mengingkari realitas.

Saya terkejut mendengar penjelasan ini dari seorang teman baru ketika saya usai mengikuti sebuah acara beberapa waktu lalu di Semarang. Teman ini orang Semarang, tetapi kini merasa lebih enjoy bermukim di Jogja. Raut wajahnya nampak serius menceritakan semuanya kepada saya yang menunjukkan ia sungguh-sungguh.

Bahkan teman saya ini punya komunitas yang sedang berusaha mengungkap kebesaran peradaban Nusantara. Jejak arkeologi sedang terus digali untuk memberi gambaran tentang kemahaagungan nenek moyang kita. “Tunggu saja, kami akan buktikan nanti. Tetapi ini bukan pekerjaan mudah untuk membuat dunia percaya karena sudah lama dicekoki sejarah yang dibuat ilmuan barat,” katanya yakin.

Banyak yang teman baru saya ini diceritakan kepada saya. Misalnya tentang cerita Mahabrata adalah cerita nyata yang sesungguhnya terjadi di Nusantara. Kerajaan Astina itu adalah kerajaan di Nusantara. Ini berarti tokoh-tokohnya yakni para Pandawa dan Kurawa bukanlah orang Hindustan di Tanah India, melainkan orang-orang Jawa!!

Keterlibatan kerajaan-kerajaan lainnya dalam perang Berathayudha adalah kerajaan-kerajaan kecil yang berada dibelahan dunia lainnya. Ini menegaskan bagaimana Kerajaan Nusantara adalah sebuah wilayah dengan kekuatan dan kekuasaan politik yang sangat besar karena bisa menyeret kerajaan lainnya untuk berperang.

Kehebatan nenek moyang kita juga ditunjukkan dengan keberadaan Candi Borobudur. Candi ini, kata teman ini, sudah ada jauh sebelum tahun masehi dikenal. Jadi anggapan ilmuwan yang menyatakan bahwa candi ini dibangun pada abad ke-8 masehi tidaklah benar.

Patung di dalam candi borobudur juga bukan Patung Budha melainkan patung Raja Saylendra yang kebetulan mencapai tahap perjalanan Bathin mirip dengan yang dialami Sidhartha Gautama. Diceritakan bahwa Raja Saylendra membuat Candi Borobudur setelah mencapai perjalanan sampai nirwana. Salah satu yang diingat Saylendra adalah suara musik di alam nirwana yang begitu melekat dipikirannya. Lalu Saylendra berusaha menemukan/mencipatakan alat yang bisa mengeluarkan suara seperti yang diingatnya. Dari pencarian ini dicipatakanlah gambelan yang dijawa dikenal dengan gambelan laras selendro.

Jadi nenek moyang bangsa Indonesia adalah mereka-mereka yang menjadi pencetus peradaban dunia. Nusantara adalah pusat dari peradaban dan asal muasal dari semua peradaban di planet bumi ini. Benar atau tidak, percaya atau tidak, kembali kepada diri kita. Anggaplah semua cerita kawan ini benar, maka sangat pantas bagi kita untuk bangga kemudian menguatkan rasa percaya diri kita bahwa kita adalah manusia-manusia unggul. Kalau kemudian kita menjadi terpuruk seperti saat ini, maka itu semua karena ulah kita yang melupakan asal-usul kita. Siapa sesungguhnya kita dan darimana kita berasal.

Oleh : Oleh I Nyoman Winata  sumber : http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2008/03/05/nusantara-pusat-peradaban-dunia.html


Tindakan

Information

6 tanggapan

8 08 2008
sitijenang

sudah ada peneliti yg membuat teori asal-usul peradaban dunia. silakan kunjungi situs ini.

10 08 2008
alabahy

informasi yang bagus mas… saya baru tahu.hehehe

salam kenal yahh!

16 11 2008
joko tole

Saya sangat yakin bahwa
Di indonesia ini adalah peradaban tertua di dunia, buktinya fosil tertua di temukkan di tanah jawa

14 01 2009
Made Maharta

salam kenal,
saya adalah penggemar sejarah, dan saya juga yakin bahwa peradaban di mulai di nusantara. ini terkait dengan peradaban benua atlantis dan benua lumeria. Sejarahwan Aryso Santos juga telah munis di bukunya. untuk lebih jelasnya, dapat memulai penelusuran dari peradaban atlantis….so ujung2nya pasti nusantara.
tapi yang saya sayangkan dari tulisan anda dan komunitas yang anda ceritakan, bahwa cerita anda tidak dilandasi bukti, hanya pikiran saja, bahkan Mahabarata yang anda cerikan terjadi di wilayah nusantara, itu sungguh tidak mungkin, karena Kuru setra sendiri adanya di India, Sungai Gangga juga adanya di india.
Namun itu semua menjadi mungkin kalau dahulu India dan Nusantara berada dalam satu Benua [sebelum bencana LETUSAN HEBAT dan menbuat Indonesia disebut Ultimathule]
mengenai mengapa Indonesia seperti sekarang ini, menurut saya karena Indonesia dipenuhi ajaran yang menyesatkan, ajaran keduniawian, ajaran yang kehilangan spiritualitasnya, ajaran yang mementingkan jasmani, ajaran yang digunakan untuk berpolitik, ajaran yang memberikan legitimasi untuk membunuh orang lain, ajaran yang mengkafirkan orang lain, ajaran yang memusuhi suku bangsa lain, ajaran yang tidak pernah menentramkan bumi pertiwi di mana ajaran ini berada dan berkembang. [no offence].so selama ajaran ini masih ada dan berkembang, begitulah wajah indonesia.
Tetapi secara garis besar saya setuju dengan tulisan anda, bahwa nusantara harus bangkit karena kita adalah manusia unggul, keturunan manusia peradaban pertama.

4 04 2009
Wong Peduli

Terlepas benar tidaknya bahwa kita pernah menjadi pusat peradaban dunia, yang jelas yang membuat bangsa ini rusak adalah seorang suharto. Dialah sang maha pencipta sistem bejat di seluruh sendi pemerintahan. dialah pencipta sistem upeti. atau sistem setoran. RT nyetor ke lurah, lurah nyetor ke camat, camat nyetor ke bupati, bupati nyetor ke gubernur, gubernur nyetor presiden, tradisi bejat ini menyebar keseluruh sendi pemerintahan, misalnya, kapolsek nyetor ke kapolres, kapolres nyetor kapolda, kapolda nyetor ke kapolri dan seterusnya. tentunya masing-masing mereka tidak mau menyerahkan uang hasil gaji mereka sebagai setoran, akibatnyaaaa ???? mereka nyari sabetan kanan kiri, inilah awal mula penyakit korupsi, penyakit mencuri uang rakyat di indonesia, suharto adalah manusia maha sukses yang dengan sangat maha sukses melahirkan jutaan pencuri di indonesia, dan tradisi mencuri ini masih tetap berlangsung hingga saat ini. Inilah hasil mahakarya dari suharto sang maha pencuri. sekarang in kenapa kita masih miskin jugaaa???? coba lihat berita terakhir di koran, wapres ucup kalah dengan bangga mengabarkan bahwa pajak menjadi penyumbang 77% pemasukan negara. 77% PEMASUKAN NEGARA DARI PAJAKKKK ???????, lah, jadi kemana minyak kita, gas kita, sawit kita, karet kita, ikan kita, emas tembaga timah batubara bouksit nikel kitaaa ???? kemanaaaa??????? JADIIII NEGERI YANG KAYA INI DISUBSIDI OLEH RAKYATNYA YANG MISKIIIINNNN ????????, ADUHAIII BETAPA MALANG NYA BANGSA INDONESIA , NEGERI KAYA TAPI DIKELOLA OLEH PARA PENCURI, KEKAYAANNYA HABIS DI CURI OLEH PARA PENYAMUN YANG BERSARANG DI DPR ALIAS DEWAN PENCURI DAN peRAMPOK DAN DI MPR ALIAS MAJELIS PENCURI DAN peRAMPOK, MALANG SEKALI NASIB BANGSA INI. AKU SEBAGAI WONG PEDULI HANYA BISA MENGURUT DADA DAN MENDOAKAN SEMOGA TUHAN MEMPERCEPAT KEMATIAN PARA PENCURI YANG SUDAH BANYAK MENYENGSARAKAN KITA ITU AAMIIN.

24 04 2009
budi praptono

Mari kita bangun kembali NUsantara (Indonesia) menjadi pusat peradaban dunia kembali!

Mohon di berikan kritik membangun tulisan saya tentang Nusantara jadi Pusat Peradaban dunia, di blog Merah Putih Bersatu.

Trim’s

Tinggalkan sebuah tanggapan