Beranda > Budoyo > Ha Na Ca Ra Ka

Ha Na Ca Ra Ka

Paku Buwana IX memberikan ajaran ( filsafat hidup ) berdasarkan aksara ha-na-ca-ra-ka dan seterusnya, Ajaran filsafat hidup berdasarkan aksara Jawa itu sebagai berikut :

Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada ” utusan ” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan )

Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data ” saatnya ( dipanggil ) ” tidak boleh sawala ” mengelak ” manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan

Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik ) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha ” sama ” atau sesuai, jumbuh, cocok ” tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu ” menang, unggul ” sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan ” sekedar menang ” atau menang tidak sportif.

Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.

 anda juga dapat mepelajari falsafah kuno mengenai HANACARAKA pada  kitab:

PUSTAKAWEDHA SASANGKA

Kababar Dening :

KANGJENG GUSTI BENDARARADEN ADJENG DHENOK SURJANINGSIH(Ngeksiganda Nagri 1643)

Lain Kali dibahas pada artikel selanjutnya

hanacaraka1.gif 

Kategori:Budoyo
  1. 14 Agustus, 2008 pukul 10:56 pm

    nambahin mas… tiap huruf ada maknanya, sbb:

    Ha Hana hurip wening suci – adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci

    Na Nur candra, gaib candra, warsitaning candra – pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi

    Ca Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi – arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal

    Ra Rasaingsun handulusih – rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani

    Ka Karsaningsun memayuhayuning bawana – hasrat diarahkan untuk kesajeteraan alam

    Da Dumadining dzat kang tanpa winangenan – menerima hidup apa adanya

    Ta Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa – mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup

    Sa Sifat ingsun handulu sifatullah – membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan

    Wa Wujud hana tan kena kinira – ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas

    La Lir handaya paseban jati – mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi

    Pa Papan kang tanpa kiblat – Hakekat Allah yang ada disegala arah

    Dha Dhuwur wekasane endek wiwitane – Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar

    Ja Jumbuhing kawula lan Gusti – Selalu berusaha menyatu memahami kehendak-Nya

    Ya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi – yakin atas titah/kodrat Illahi

    Nya Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki – memahami kodrat kehidupan

    Ma Madep mantep manembah mring Ilahi – yakin/mantap dalam menyembah Ilahi

    Ga Guru sejati sing muruki – belajar pada guru nurani

    Ba Bayu sejati kang andalani – menyelaraskan diri pada gerak alam

    Tha Tukul saka niat – sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan

    Nga Ngracut busananing manungso – melepaskan egoisme pribadi manusia.

  2. Johan
    13 September, 2009 pukul 11:12 am

    honocoroko artinya ada suatu cerita
    dotosowolo artinya datang dua orang utusan
    podojoyonya artinya sama-sama sakti
    monggo botongo artinya dalam perkelahian, keduanya meninggal.

  3. ariefmas
    30 Oktober, 2009 pukul 6:35 am

    Mas, yg suluk wujil saya copas di facebook saya ya.
    Skalian blog anda ini saya link dari blog saya biar gampang kalo mau buka lagi.
    Matur nuwun dan jazakumullah udah bagi2 ilmunya.

  4. 24 Desember, 2009 pukul 12:38 pm

    Mas aku juga melu ngopi ya….n utk link blog bagaimana ?

  5. Rudi
    8 Januari, 2010 pukul 1:15 pm

    Mohon maaf mas,saya mohon ijin untuk artian hanacaraka saya sadur ke facebook saya.matur sembah nuwun…

  6. KI COKRO SANTOSO
    4 April, 2010 pukul 2:42 pm

    Matur Nuwun …. Kanthi Kawruh ingkang pinuji.
    Mugi ngabekti lan ngejoki sakjroning ati…?!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: