Arsip

Archive for Juli, 2007

Serat Sabdo Jati

26 Juli, 2007 Tinggalkan komentar

1. Hawya pegat ngudiya ronging budyayu
Margane suka basuki
Dimen luwar kang kinayun
Kalising panggawe sisip
Ingkang taberi prihatos

Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan,
agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita,
terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan, caranya haruslah gemar prihatin. Baca selengkapnya…

Iklan
Kategori:Budoyo

Pesan Syeh Siti Jenar

26 Juli, 2007 11 komentar

Hidup itu bersifat baru
dilengkapi pancaindra
sebagai barang pinjaman
bila diminta pemiliknya kembali
menjadi tanah dan membusuk
hancur dan bersifat najis
karena sifatnya itu
Pancaindra tak dapat dipakai sebagai pedoman

Budi, pikiran, angan-angan, kesadaran
satu wujud dengan akal
bisa menjadi gila, sedih, bingung
lupa tidur dan sering tak jujur
ajak dengki terhadap sesama
‘tuk kebahagiaan sendiri
timbulkan jahat dan sombong
ke lembah nista nodai nama dan citra
Baca selengkapnya…

Kategori:Tasawuf

Garis-Garis Besar Agama Islam.

26 Juli, 2007 2 komentar

 

An Umar Rodliyallohu anhu Qola :

“Bainama nahnu juluusun’inda rosulillah SAW. Dzata yaumin idz thola’a ‘alaina rojulun syadidu bayaadlits Tsiyaabi syadiidu Sawa Disy-sya’ri Laa Yuroo’alaihi Atsarus Safari Walaa Ya’rifuhu Minha Ahadaun Hattaa Jalasa Ilan Nabiyyi SAW. Fa Asnada Rukbataihi Wawadlo’a Kaffaihi ‘Alaa Fakhidaihi Waqola: ” Yaa Muhammad Akhbirni ‘Anil ISLAM!”

Faqola Rosululloh SAW.” Al-Islam An Tasyha da-an Laa Ilaaha Illalloh Wa Anna Muhammad Rosululloh, Watqimash-sholaata, Watuktiyaz Zakata Watashuuma Romadlon Watahujjal Baita Inistatho’ta Ilaihi Sabiila”

Qola : “Shodaqta” Fa’ajibnaa lahu Yas Alauhu Wayushoddiquhu, Qola: “Fa Akhbarni ‘Anil IMAN!”. Qola: ” An Tumina Billahi Wamalaikatihi Wakutubihi Warusulihi Wal Yaumil Akhir Watumina Bil Qodri Khoirihi Wasyarrihi”. Baca selengkapnya…

Kategori:Agomo

Ilmu Bahagia (part III)

25 Juli, 2007 2 komentar

Mengawasi Keinginan

Manusia itu semua sama yakni abadi, rasanya sebentar senang, sebentar susah, sebentar senang, sebentar susah, demikian seterusnya. Bila kebenaran itu dimengerti, keluarlah orang dari penderitaan neraka iri-sombong, sesal-khawatir yang menyebabkan prihatin, celaka, dan masuklah ia dalam surga tenteram dan tabah yang menyebabkan orang bersuka-cita, bahagia.

Setelah bersuka-cita dan bahagia, maka dapatlah orang menyadari dirinya sendiri sewaktu timbul keinginan apa-apa. Setiap keinginan itu pasti mengandung rasa takut kalau-kalau tidak tercapai. Keinginan inilah yang segera diyakinkannya: “Keinginan itu jika tercapai tidak menimbulkan bahagia, melainkan senang sebentar yang kemudian akan susah lagi. Dan bila tidak tercapai pun tidak menyebabkan celaka, hanyalah susah sebentar yang kemudian akan senang lagi.” Maka ia bisa menantangnya: “Silakan keinginan, berusahalah mati-matian mencari senang-senang abadi, dan berdayalah mati-matian menolak susah abadi, pastilah tidak berhasil. Kamu (keinginan) tidak mengkhawatirkan lagi”. Baca selengkapnya…

Kategori:Budoyo

Ilmu Bahagia (part II)

23 Juli, 2007 3 komentar

Rasa Sama

Manusia itu mempunyai keinginan, yang bersifat sebentar mulur, sebentar mungkret, sebentar mulur, sebentar mungkret. Sifat ini yang menyebabkan rasa hidup orang sejak kecil sampai tua, pasti bersifat sebentar senang, sebentar susah, sebentar senang, sebentar susah. Siapa saja dan di mana saja rasa hidup orang tentu bersifat sebentar senang, sebentar susah, karena semuanya mempunyai keinginan. Jika tidak mempunyai keinginan, maka ia bukanlah manusia, dan tiap keinginan pasti bersifat seperti di atas tadi.

Jadi rasa hidup manusia sedunia ini sama saja, yakni pasti sebentar senang, sebentar susah, sebentar senang, sebentar susah. Sekalipun orang kaya, miskin, raja, kuli, wali (aulia), bajingan, rasa hidupnya sama saja, ialah sebentar senang, sebentar susah. Yang sama adalah rasanya senang-susah, lama-cepatnya, berat-ringannya. Sedang yang berbeda adalah halnya yang disenangi/disusahi. Baca selengkapnya…

Kategori:Budoyo

Ilmu Bahagia (part I)

23 Juli, 2007 4 komentar

Senang-Susah

Di atas bumi dan di kolong langit ini tidak ada barang yang pantas dicari, dihindari atau ditolak secara mati-matian. Meskipun demikian manusia itu tentu berusaha mati-matian untuk mencari, menghindari atau menolak sesuatu, walaupun itu tidak sepantasnya dicari, ditolak atau dihindarinya. Bukankah apa yang dicari atau ditolaknya itu tidak menyebabkan orang bahagia dan senang selamanya, atau celaka dan susah selamanya. Tetapi pada waktu orang menginginkan sesuatu, pasti ia mengira atau berpendapat bahwa “jika keinginanku tercapai, tentulah aku bahagia dan senang selamanya; dan jika tidak tercapai tentulah aku celaka dan susah selamanya”.

Pendapat di atas itu teranglah keliru. Bukankah sudah beribu-ribu keinginannya yang tercapai, namun ia tetap saja tidak bahagia, melainkan senang sebentar, kemudian susah lagi? Juga sudah beribu-ribu keinginannya yang tidak tercapai, namun ia tetap saja tidak celaka, melainkan bersusah hati sebentar kemudian senang kembali. Jadi pendapat bahwa tercapainya keinginan menyebabkan rasa bahagia atau tidak tercapainya keinginan menyebabkan rasa celaka, jelaslah keliru. Tetapi setiap keinginan pasti disertai pendapat demikian. Baca selengkapnya…

Kategori:Catatan Harian

Kerajaan Pagaruyung

17 Juli, 2007 26 komentar


Kerajaan Pagaruyung didirikan oleh seorang peranakan MinangkabauMajapahit yang bernama Adityawarman, pada tahun 1347. Adityawarman adalah putra dari Mahesa Anabrang, panglima perang Kerajaan Sriwijaya, dan Dara Jingga, putri dari kerajaan Dharmasraya. Ia sebelumnya pernah bersama-sama Mahapatih Gajah Mada berperang menaklukkan Bali dan Palembang.

Sebelum kerajaan ini berdiri, sebenarnya masyarakat di wilayah Minangkabau sudah memiliki sistem politik semacam konfederasi, yang merupakan lembaga musyawarah dari berbagai Nagari dan Luhak. Dilihat dari kontinuitas sejarah, Kerajaan Pagaruyung merupakan semacam perubahan sistem administrasi semata bagi masyarakat setempat (Suku Minang). Baca selengkapnya…

Kategori:Budoyo