Beranda > Agomo > AL IMAN

AL IMAN

 

Menurut ajaran Islam (jadi bukan menurut pendapat umum, bukan menurut pendapat si A, bukan menurut kelompoknya si B), yang dinamakan IMAN itu adalah satu-kesatuan utuh dari 3 unsur atau 3 komponen, yaitu:

  1. Unsur “Iqroorun Bil Lisaani
  2. Unsur “Tashdiiqun Bil Qolbi
  3. Unsur “Amalun Bil Arkaani“.
  • Unsur pertama: “Iqroorun Bil Lisaani” artinya: Ikrar dengan lisan.
  • Unsur kedua: “Tashdiiqun Bil Qolbi” artinya: Menyatakan benar di dalam hati terhadap apa yang diikrarkan dengan lisan.
  • Unsur ketiga: “Amalun Bil Arkaani” artinya: Mengamalkan dengan seluruh anggota badan.

Kalau hanya “Iqroorun Bil Lisaani” saja, ini tidak bisa dinamakan Iman. Begitu juga kalau hanya “Tashdiiqun Bil Qolbi” saja, ini pun tidak bisa dinamakan Iman. Begitu juga kalau hanya “Amalun Bil Arkaani” saja, ini pun tidak bisa dinamakan Iman.

Jadi yang dinamakan Iman Iman adalah satu-kesatuan dari 3 unsur di atas, yakni:

  1. Unsur “Iqroorun Bil Lisaani
  2. Unsur “Tashdiiqun Bil Qolbi
  3. Unsur “Amalun Bil Arkaani“.

 

Hal ini sebagaimana dawuhnya Nabi Muhammad, sholulloohu ‘alaihi wasallama, keterangan dari Siti Aisyah, yang diriwatkan oleh Imam Syairozi, yang berbunyi:

QOOLA ROSULULLOOHI SHOLULLOOHU ‘ALAIHI WASSALAM: AL IIMANU BILLAHI AL IQROORU BILLISANI WATASHDIIQUN BIL QOLBI WA’AMALUN BIL ARKAANI.

(An Aisyah) Rowahusy-Syairozi.

(kitab Jami’ush Shoghir / Jilid I / Bab Huruf Alif Lam)

 

artinya: “Bersabda Rosululloh, sholullohu ‘alaihi wasallam: Iman terhadap Alloh itu ialah ikrar dengan lisan, dan menyatakan benar dengan hati, mengamalkan dengan anggota badan”

 

Jadi Iman itu ialah satu-kesatuan dari 3 unsur: Iqroorun Bil Lisaani, Tashdiiqun Bil Qolbi, dan Amalun Bil Arkaani.
Kalau hanya Iqrorrun Bil Lisaani saja tidak lah bisa dinamakan Iman, seperti tersebut dalam Al Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 8:

WAMINANNAASI MAN YAQUULU AAMANNA BILLAAHI WAL YAUMIL AAKHIRI WAMAAHUM BIMU’MINIIN.

Artinya: “Dan sebagian manusia ada yang lisannya berkata: Aku beriman kepada Alloh dan beriman kepada Hari Akhir, dan tiadalah mereka itu orang-orang yang beriman”.

Ayat di atas menerangkan; kalau hanya lisan saja yang berkata: Beriman, tanpa adanya unsur Tashdiiqun Bil Qolbi dan Amalun Bil Arkaani, maka belum dinamakan beriman. Jadi baru bisa dinamakan beriman, kalau pada diri seseorang tersebut sudah utuh satu-kesatuan dari tiga unsur tersebut. Inlah pengertian Iman menurut Hadits Rosululloh.

 

Dan Rosululloh juga pernah dawuh mengani masalah Iman:

QOOLA ROSULULLOOHI SHOLULLOOHU ‘ALAIHI WASALLAM: LAISAL IIMANI BITTAMAANI WALAA BITTAHALLI WALAKIN HUWA MAA WAQORO FIL QOLBI.

 Artinya: “Bersabda Rosululloh, sholululloohu ‘alaihi wasallam: Bukanlah iman itu mengharap dalam hati, dan bukan hiasan. Akan tetapi iman itu ialah sesuatu yang menetap di dalam hati”.

 

Istilah lain dari Iman ialah satu-kesatuan dari 3 syahadat, yakni:

  1. Syahadatun Bil Qouli, artinya penyaksian dengan lisan
  2. Syahadatun Bil Qolbi, artinya penyaksian dengan hati
  3. Syahadatun Bil Arkaan, penyaksian dengan seluruh anggota badan.

 

Dan Iman yang satu-kesatuan dari 3 ini lah yang melandasi Rukun Islam.

Kategori:Agomo
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: