Demokrasi Kita (bangsa Indonesia), DEMOKRASI PANCASILA

10 05 2007
Demokrasi, sebuah kata sakti dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah kata yang setiap Negara/ bangsa selalu mengagungkannya. Saking saktinya kata tersebut sampai memiliki pengaruh yang luar biasa hebatnya. Meskipun sebagian masyarakat tidak paham apa sebenarnya yang didemokrasi, kekuasaan-kah, Keadilan-kah, Pendidikan-Kah atau Cuma pendapat/aspirasi saja. Kalau demokrasi diartikan sebagai kebebasan dalam mengeluarkan pendapat, berarti itu hanya demokrasi dalam lingkup mengeluarkan pendapat. Lalu dimanakah letak Demokrasi Pendidikan? Demokrasi Keadilan? Demokrasi beragama? (ya binggung kalo sudah begini).

Ya karena itu tidak terlepas dari peran Amerika dan sekutunya yang mengklaim sebagai polisi dunia/Negara paling demokrasi, dengan menggunakan dalih ini dia (amerika,red) menutupi tujuan terselubungnya. Coba diingat perlakuan Amerika terhadap Afganistan, Iraq dan yang terakhir memojokkan Iran dengan isu Nuklirnya, Apakah itu demokrasi? (anda bisa lihat buktinya sendiri).Wong dia boleh memiliki Nuklir, Kenapa orang lain tidak boleh kalo itu baik & kalo itu jahat kenapa dia memilikinya??? Ya beginilah cirri-ciri Kapitalis dan Komunis dengan kedok apapun, tetntunya ini buka pemimpin tentunya ini bukan polisi dunia tapi penjajah dunia lebih tepatnya.       

Lalu bagaimana dengan Indonesia, lah ini lagi lebih parah sudah tidak tau apa itu demokrasi ikut-ikutan demokratis, karena tidak paham malah jadinya kapitalis, buktinya : biaya pendidikan yang tinggi tetntu hanya bias dirasakan sebagian orang berduit, lalu bagaimana dengan petani, nelayan, buruh, ya tentu tidak mampu. Apa ini demokratis? (demokratis jangan  hanya diartikan sebagai kebebasan mengeluarkan pendapat saja kita tertipu, tetapi demokratis itu juga kebebasan belajar, pendidikan, keadilan, ekonomi dll).        

Lalu kita ini enaknya apa? Ngapain niru yang tidak jelas kita punya demokrasi sendiri yaitu DEMOKRASI PANCASILA. Ya ini sudah jelas dan cocok dengan kita. Sama halnya dengan setiap Negara/bangsa memiliki cirri masing-masing. Contonya makanan, yang cocok dengan lidah kita ya sambal bukan moyonesnya Amerika. Kembali kedemokrasi Pancasila kita, sudah sangat jelas dan cocok dengan kita, mari kita lihat satu persatu sila di Pancasila:

KETUHANAN YANG MAHA ESA, dimana letak demokrasinya ?

  •  Apakah disini disebutkan hanya mengkhusukan kepad salah satu agama saja? Tentu tidak-kan, tentunya Yang Maha Esa menurut keyakina masing-masing. Disini tidak ada unsure pemaksaan bahwa agama A atau B yang paling beanar/salah. Apakah ini bukan Demokrasi??

KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAP, diamana demokrasiny?

  • Sila ini sudah jelas, kemanusiaan Adil dan Beradap, bahwa keadilan ini milik siapa saja, keadilan pendidikan, keadilan hokum, keadilan ekonomi. Bukan milik orang kaya thok, pejabat thok, koruptor thok, tukang sayur thok tapi milik semua. Apakh sila ini diksusukan utnuk satu golongan saja? Apakah ini bukan demokrasi namanya????

PERSATUAN INDONESIA

  • n      Sudah jelas bahwa Indonesia itu kekuatan utamanya da di persatuan. Persatuan itu tidak ada yang lebih baik atau buruk, lebih tinggi atau lebih rendah, suku A lebih baik dari Suku B atau sebalikanya, semua memiliki kedudukan sma sebagai komponen bangsa. Apakh ini tidak Demokrasi???

KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN.

  • Ini sudah Jelas! Apakah ini bukan Demokrasi???

KEADILAN SOSILA BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.

  • Ini jelas sekali, keadilan social harus merata, apa ini bukan demokrasi????? 

Mari Berpikir: 

  1. Apakah kita sudah melaksanakan DEMOKRASI PANCASILA?
  2. Apakah kita sudah melaksanakan DEMOKRASI PENDIDIKAN?
  3. Apakah Kita pernah merenung Apa Demokrasi KITA???
  4. Apakah Kita pernah berpikir kita mau Apa???
  5. Apakah Kita pernah merenung musuh kita siapa???
  6. Apakah Kita pernah merenung yang merongrong bangsa kita Siapa???
  7. Apakah Kita pernah berpikir kemajuan kita sampai mana???
  8. Apakah Kita pernah merasa pendidikankita sudah dirasakan oleh semua pihak?
  9. Apakah Kita sudah pernah mengenalkan makana pancasila pada generasi muda??
  10. Apakah kita pernah berpikir bagaimana Negara kita 20 tahun lagi?
  11. Atau kita hanya berpikir yang pendting SAYA, SAYA dan SAYA?
  12. APAKAH, APAKAH, APAKAH KITA SUDAH SADAR ????????

………………………….-         Marilah Kta Berseeeru Indonesia Bersatu-         Hiduplah Tanahku, Hiduplah Negriku, bangsaku, Rakyatku Semuaaanya..-         Bangunlah Jiwanya bangunlah badanya Untuk INDONESIA RAYA.       ……………………….. 

garuda.jpg

      Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman


Tindakan

Information

15 tanggapan

15 11 2007
hendra

apa gunanya pancasila di indonesia sekarang ini, toh buktinya negara tidak memilikinya, negara tidak pernah memperhatikan rakyat pemerintah hanya sibuk dengan urusan yang tidak masuk akal, dilain sisi rakyat juga sibuk dengan hal-hal yang sangat bertentangan dengan pancasila, ke mana pancasila kita sekarang ini,

#xendro says:
Pancasila tidak dimana-mana, Pancasila tidak di pemerintah, Tapi Pancasila ada dihati kita masing-masing, pancasila ada dihati anak Bangsa yang mencintai negaranya. Pancasila harus kita tumbuhkan dan lestarikan dihati kita yang pada akhirnya akan menular kelingkungan kita, maka dengan sendirinya akan menyebar keseluruh Tanah Air Indonesia…..Mulailah dari kita sendiri…..

6 08 2008
daniar

ah, barang buatan sukarno saja diagung-agungkan setengah mati…

#XENDRO

Pancasila itu bukan buatan Bung Karno, pancasila itu adalah jiwa dari seluruh bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke dalam budaya apapun baik itu Jawa, Bali, Dayak, Aceh, Papua, Lombok…

Setiap Budaya selalu berketuhanan
setiap Budaya selalu menjunjung Nilai Kemanusiaan
Setiap Budaya selalu mengedapankan Musyawarah
Setiap Budaya selalu mengedepankan kesejahteraan

Anda apakah pernah melihat dan mempelajari itu…. Itu adalah Jiwa bangsa Indonesia ..
Bung Karno hanya penggali Pancasila, Belia hanya mengeluarkan saripati Jiwa bangsa Indonesia untuk di gunakan sebagai dasar negara Indonesia yang Tujuan dari Negara Indonesia adfalah mensejahterakan Bangsa Indonesia dari Sabang Samapai Merauke…

Dan satu lagi bagaimana itu buatan Bung karno jelas -jelas terdapat dalam kitab Negarakertagama dan di kitab Sotasoma..yang jauh ada sebelum Bung Karno Lahir..lalu bagaimana Bisa Pancasila itu buatan Bung Karno????

Anda jangan berpikiran sempit luaskan pendangan Anda…kalau mau diskusi lebih lanjut silahkan Email ke ini Xendro102000@yahoo.com, atau ketemu langsung nanti saya jelaskan semuanya, saya berada di surabaya..Ayo kalo mau diskusi jangan hanya bisa komentar trus sembunyi…..

thx

24 08 2008
Hadi Purnomo

Mas saya maw diskusi ttg situasi Indonesia. Bagaimana saya bisa mnghubungi anda? Bisa berikan saya alamat dan no telpon . .

#xendro:
Terima kasih, Sudah saya kirim lewat E-mail Anda…

17 09 2008
andri

bung karno pasti menagis disana jika bangsa indonesia tidak memakai pancasila sebagai alat untuk berkebangsaan

salam andri di surabaya

buat mas xendro minta alamatnya donk
pengen nih ngumpul2 membedah apa yg perlu di bedah

salam

sangakn paraning dumadi

# Xendro :
Sudah Saya kirim Mas kontaknya ke alamat e-mail sampeyan, terima kasih

26 09 2008
octavarious

mas, menurut anda . .

demokrasi yang paling tepat buat Indonesia sekarang apa ya mas???

apa demokrasi liberal, demokrasi pancasila atau mas punya pendapat lain tentang sistem politik yang tepat buat Indonesia???

regards . . .

# xendro

Yang jelas ya demokrasi PANCASILA karena itu saripati kebudayaan bangsa Indonesia sejak zaman Sriwijaya, Nusantara sampai Indonesia..

5 12 2008
huck

tampak nya demokrasi pancasila
tidak konkret lg d mata bgsa indonesia

liat z publik figure indonesia
apa mereka menjunjung tinggi nilai itu

mereka sprtinya pengen bebas
negara kt bkn menjunjung kekuasaan absolut

mereka lebih condong pada demokrasi liberal

begitu jg dengan masyarakat nya
demokrasi kt menjunjung tinggi yang namanya
norma2 kesopanan
liat z
mrk smw terliat ingin bebas
bebas dr segala peraturan

tak dapat di sangkal
mereka mengindentifikasi
para pemimpin dan publik figure
apa yang seharusnya kt lakukan sbg generasi penerus?????

kt sbg generasi muda jng hanya menjwb
jangan mengikuti ato instropeksi diri z
krn memang hanya itu jawaban yang sering keluar
dan merupakan jwban yang memuakkan

gmn pendapat nya????

10 12 2008
aena

wow…..
itu yang ptm kli ingin saya sampaikan,,,
oh ya klu mo diskusi lewat almat yg mn ya
hehehe,,,mklum mas gaptek..
kLu saya berfikir ttg indonesia…capek beud,,pusing lyt kondisi negara neh palagi kasus2 di tv

#xendro says : lewat ini ya dav_0987654321@yahoo.com makasih…

15 12 2008
ibee

demokrasi di negara ini sudah menambah bengkaknya utang negara, lupakan demokrasi……..

15 12 2008
septian hadi

hem…demokrasi…demokrasi…
yah gitulah Indonesia Demokrasinya sedikit kurang (mengena).
Tapi aku selaku anak bangsa ini tetap akan berjuang bagaimana menjadi penerus yang baik…
supaya anak cucuku nanti bangga terhadap bangsa ini meski bangsa ini sering di cemooh oleh orang lain dan bangsa lain.
YAKUSA Indonesiaku!!!
I WILL LOVE TILL I DIE

13 04 2009
daytona

komen nya para generasi penerus kayak diatas ya? so pathetic !!!! sepertinya banyak yang harus masih belajar tentang demokrasi. Pancasila? tidak perlu diragukan lagi. Yang paling terlihat jelas dari Pancasila adalah, Pancasila BUKAN paham demokrasi. Pancasila adalah sistem keadilan sedangkan demokrasi adalah sistem kemenangan kuantitatif. Bisa dianalogikan seperti ini, kalau 90% orang Indonesia adalah koruptor, pemilu dengan sistem demokrasi pasti menghasilkan pemimpin yang korup dan sistem nya yang korup juga. Karena apa, ya karena sebagian besar pemilihnya koruptor. Sistem macam itukah yang dibanggakan? Bagaimana dengan sisa penduduk yang 10%, andaikata mereka adalah para nasionalis sejati, cendekiawan berbudi, pengusaha yang jujur, PNS yang tekun, kaum miskin yang ikhlas?
Apa yang berusaha ditegakkan oleh sistem demokrasi? apakah kualitas ditentukan oleh kuantitas?coba dipikirkan matang-matang !!!!

13 04 2009
daytona

oh ya, untuk mas Xendro, saya tidak membela Anda, tp sy memang belum tahu banyak tentang pandangan Anda. thx

29 05 2009
indira

Saya setuju banget sama penulis artikel ini!
Saya sebagai generasi muda, kalo perlu tahu umur saya sekarang masih 16 tahun, sangat miris melihat komentar-komentar pesimis di bawah artikel ini yang mengatakan bahwa demokrasi pancasila udah nggak cocok dengan budaya Indonesia.
Sekarang gini aja deh,
Gimana caranya kita sebagai warga negara dari NEGARA KESATUAN Republik Indonesia bisa bersatu kalo nggak ada keinginan dari warganya untuk bersatu?
Mas Xendro bener banget dengan menyatakan bahwa kesadaran untuk menjalankan Demokrasi Pancasila ini sebenernya hanya akan tumbuh kalo kita MAU untuk menumbuhkannya.
Yang namanya kesadaran dengan kata dasar “SADAR” ya harus dimulai dari diri kita sendiri. Orang lain nggak akan bisa untuk memaksa kita untuk sadar kalo kitanya emang lagi pingsan.
Bagi masmas di atas yang merasa bahwa Indonesia sedang di ujung tanduk, harap sadar bahwa yang membuat Indonesia menuju ujung tanduk ya mereka-mereka yang berpikiran seperti itu!
Apa salahnya sih berpikiran optimis?
Apa salahnya sih bermimpi Indonesia akan menjadi negara yang amat sangat dielu-elukan?
Dengan bermimpi, maka akan ada motivasi dari nurani kita sendiri untuk memembenahi diri.
Di dalam teknologi, kalo hardware dan software-nya udah bagus banget tapi brainware-nya letoy, hardware-nya ya nggak akan bisa beroperasi dengan baik dong, ya nggak?
Jadi, mulai sekarang coba deh untuk selalu berpikiran optimis terhadap masa depan bangsa ini.
Daripada terus-terusan bilang “Rumput tetangga selelu terlihat lebih hijau” bukankah lebih baik kita bekerja keras untuk menghijaukan rumput kita sendiri?
:)
Semangat ya, Mas Xendro!

29 05 2009
xendro

@indiria : terima kasih Indira, kita harus tetap optimis dan menatap ke depan lebih baik, karena darah kita darah merah putih, menjelekkan Indonesia sama saja dengan menjelekkan diri kita sendiri, ddan itu bertentangan dengan agama apapun, jika anda mau diskusi lebih lanjut buka http://www.blog.opshid.org

15 10 2009
FORMADEM

harus memahami ideologi nasionalis, agama dan komunis. Orang tak bisa menjadi nasionalis sempit, islam sempit, atau marxisme salah kaprah. Saat gagasan Nasakom ditulis pada tahun 1926, Bung Karno mengatakan “Nasionalis sejati yang cinta pada tanah air itu bersendi pada pengetahuan atas susunan ekonomi dunia dan bukan semata-mata timbul dari kesombongan bangsa semata, nasionalis yang bukan chaovinis harus menolak segala paham pengecualian yang sempit budi itu, nasionalis yang sejati yang nasionalismenya itu bukan semata-mata bukan suatu copy atau tiruan dari nasionalisme barat akan tetapi timbul dari rasa cinta dan kemanusiaan.
http://www.formadem.blogspot.com
Email:formadem@yahoo.co.id

15 10 2009
FORMADEM

Ideologi yang sama mendasari pancasila, lima prinsip yang dikemukakan sebagai dasar indonesia merdeka. Prinsip percaya kepada Tuhan yang Maha Esa dengan tidak memandang agama seseorang, sesuai dengan ajaran Teosofi tentang keesaan Tuhan dan prinsip-prinsip nasionalisme, internasionalisme, demokrasi, dan keadilan sosial. Harus diusahakan melalui struktur yang berpusat pada titik ketuhanan yang satu yang menjadi titik tolak pernyataan Soekarno. inti pancasila dalam konsep gotong royong, saling berkerja sama dan ini berarti bahwa negara dianggap sebagai tipe ideal masyarakat kampung yang diperluas. Dalam masyarakat semacam itu sama rata sama rasa selalu dapat diwujudkan dan pada waktu yang sama dianggap dapat terlaksana melalui prinsip yang berfungsi dalam apa yang disebut keluarga.

http://www.formadem.blogspot.com
Email:formadem@yahoo.co.id

Tinggalkan komentar