Tuhan Mati

29 05 2009

Alkisah pada suatu desa terpencil ada seorang Atheis dan Orang Pintar lagi berdiskusi

Atheis(AT) : Haaaaaaa hiiiiiiiiiii……Saya sangat sedih sekali Tuan.

Orang Pintar (OP):  Loh kenapa Tuan menangis terus.

AT :    Saya sangat sedih Tuan, dunia ini semakin sempit, orang tambah   banyak terus tidak ada yang mati tuan.

OP : Loh kok bisa, apa sebabnya?

AT : Saya dapat kabar Tuan bahwa malaikat pencabut Nyawa meninggal Dunia Tuan.

OP : Bohong Kamu mana mungkin Malaikat Mati..

AT : Iya Tuan masak Tuan tidak percaya?

OP : Jelaslah Saya tidak percaya bohong Kamu, hanya orang Bodoh yang percaya ceritamu…

AT : Kenapa Ndak percaya Tuan, wong Tuhan Saja Mati.

OP : $$#%%@^#^#^##^^^#

Demikianlah kisah diskusi orang Atheis dan Orang Pintar di suatu desa yang terpencil………….

 





Sholat, Jihad, Dan Shodaqoh

26 10 2008

Khutbah ini diringkas dari maidhoh Almukarom Kyai Moch. Muchtar Mu’thi
dalam pengajian Lailatul Mubarokah 17 Romadlon 1429 H, di  Losari – Ploso – Jombang

Didalam kitab “Tanbighul Ghofilin” (Pengingat orang lupa) karangan Moch. Nashor bin Ibrohim – Samarkand, pada bab Fadhlush Shodaqoh (keutamaan shodaqoh) halaman 113 terdapat sabda Rosululloh SAW keterangan dari Shohabat Abi Dzarr Al Ghiffari yang berbunyi “Assholatu ‘imaadul islam, wal jihaadu tsanaamul amal, wasshodaqotu syai’un ‘ajiibun wasshodaqotu syai’un ajiibun, wasshodaqotu syaiun ajiibun”. “Sholat itu tiang Islam, berjuang dengan sungguh-sungguh (jihad) adalah luhurnya amal, shodaqoh itu sesuatu yang ajaib, shodaqoh itu sesuatu yang ajaib, shodaqoh itu sesuatu yang ajaib.”

Dalam hadits ini Rosululloh menyebut tentang shodaqoh sebanyak tiga kali. Baca entri selengkapnya »





Manthiqut Thair

24 10 2008

Dikisahkan segala burung di dunia yang dikenal atau tidak dikenal datang berkumpul. Mereka sama-sama memiliki satu pertanyaan, siapakah raja mereka. Di antara mereka ada yang berkata, “rasanya tak mungkin negeri dunia ini tidak memiliki raja. Maka mustahillah bila kerajaan burung-burung tanpa penguasa! Jadi kita semua memiliki Raja. Ya.. Raja.”

Semua burung tertegun, seperti ada keraguan yang mengawang-awang. “Keadaan semacam ini tak bisa dibiarkan terus menerus. Hidup kita ini akan percuma bila sepanjang hayat kita, kita tidak pernah mengetahui dan mengenal siapa Raja kita sesungguhnya.”

Masing-masing dari mereka masih berfikir dan terdiam. Lalu kembali ada yang berteriak, “lalu apakah yang harus kita lakukan?” Baca entri selengkapnya »





al-Milal wa al-Nihal

8 10 2008

Kitab ini ditulis oleh seorang Alim al-Allamah Syahrastani. Kitab al-Milal wa al-Nihal berisi tentang belief yang terbagi dalam bab-bab menandakan luasnya bahasan yang ia bahas, belief (keprcayaan) yang ia bahas adalah keprcayaan yang bisa kita jumpai dari ufuk barat sampai ufuk timur dari bumi sebelah utara hingga bumi sebelah selatan.

Selanjutnya kitab ini akan direview per-bab-nya setelah masing-masing bab dibaca dan dipelajari. Berikut adalah bab pertama dari al-milal wa al-nihal, adapun bab kedua dan selanjutnya akan direview pada hari-hari selanjutnya. Review pertama ini ditulis oleh Hilal al-Najmi, seorang Guru asal Kalimantan. Baca entri selengkapnya »





Nyatakanlah Nikmat Tuhanmu

22 09 2008

Khutbah ini diringkas dari sambutan Almukarom Kyai Moch. Muchtar Mu’thi
dalam pembukaan seminar Cinta Tanah Air, Bandung – Jawa Barat

Dalam rangka ikut mensyukuri nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia, pembahasan kami bertolak dari firman Alloh dalam Qs. Dhuha ; Fa amma bini’mati robbika fahaddits (Dan kepada nikmat Tuhanmu maka nyatakanlah). Dalam ayat singkat itu ada tiga kalimat ; Nikmat, Robbika, dan kalimat perintah nyatakanlah (fahaddits). Kalimat “nikmat” wujudnya karunia Alloh yang diberikan kepada manusia. Kalimat robbika menunjukkan sumbernya nikmat yaitu Alloh. Kalimat fahaddits menunjukkan perintah menyatakan nikmat, dan menyatakan sumbernya nikmat.    
Nikmat yang diterima bangsa Indonesia itu berupa, kemerdekaan dan kedaulatan Tanah Air Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau dan lebih dari 360 suku. Ini adalah nikmat yang harus dinyatakan (fahaddits). Pernya-taan itu sebagaimana bunyi teks pro-klamasi yang ditujukan kepada seluruh bangsa Indonesia dan seluruh dunia oleh perwakilan bangsa Indonesia (Soekarno-Hatta), berbunyi
“PROKLAMASI”
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diseleng-garakan dengan cara seksama dan da-lam tempo yang sesingkat-singkatnya.
17 Agustus /8/ 1945
Jakarta, atas nama Bangsa Indonesia : SUKARNO – HATTA.
Pernyataaan nikmat itu antara lain ; Baca entri selengkapnya »





Syahru Romadlon

22 08 2008

“Sesungguhnya Bilangan Bulan bagi Alloh itu ada dua belas” (At-Taubah 37), Macam –macam Bulan Islam:

1. Bulan Muharrom (Bulan yang di Haromkan)

2. Bulan Shofar (Kuning/Nol)

3. Bulan Robi’ul awwal (Duduk Pertama)

4. Bulan Robi’ul Akhir (Duduk yang akhir)

5. Bulan Jumadil Ula (Beku pertama)

6. Bulan Jumadil Akhiroh (beku yang akhir)

7. Bulan Rojab (Mulia)

8. Bulan sya’ban (cabang-cabang)

9. Bulan Romadlon (Membakar)

10. Bulan Syawwal (Tinggi)

11. Bulan Dzul Qo’dah (Punya duduk)

12. Bulan Dzul Hijjah (Punya ibadah Haji)

Dari kedua Belas Bulan itu , hanya Bulan nomor 9 yang mempunyai banyak nama, Tiap-tiap nama mempunyai arti yang menujukkan kemuliaan Bulan yang kesembilan itu. Diantara nama-namanya yang banyak itu ialah: Baca entri selengkapnya »